The Devil’s Heir

Beautifully mistaken for loyalty.


Never mistake my silence for weakness.
Be careful provoking the darkness in me.
No one dictates my power.
I am the fire, the darkness, and the divine chaos wrapped in human skin.
The most dangerous games are always played politely.
No noise. No traces.
Just beautiful performances mistaken for loyalty.
Because once I begin to play and reclaim my throne,
even demons kneel before me.

Versi terjemahan Bahasa Indonesia:

SANG PEWARIS IBLIS

Keindahan yang disalahartikan sebagai kesetiaan.

Jangan pernah menganggap diamku sebagai kelemahan.
Berhati-hatilah saat membangkitkan sisi gelap dalam diriku.
Tak seorang pun dapat membaca kekuatanku.
Akulah api, kegelapan, dan kekacauan ilahi yang terbalut dalam kulit manusia.
Permainan yang paling berbahaya selalu dimainkan dengan penuh kesantunan.
Tanpa suara. Tanpa jejak.
Hanya pertunjukan yang begitu meyakinkan hingga disalahartikan sebagai kesetiaan.
Karena begitu aku mulai memainkan peranku dan merebut kembali takhtaku, bahkan para iblis pun suzud di hadapanku.


Eksplorasi konten lain dari Makeup Artist Jakarta

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Makeup Artist Jakarta

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca