Cover Novel The Devil's Heir

THE DEVIL’S HEIR | NOVEL

Kesetiaanku terlalu indah hingga disalahartikan sebagai kelemahan.

“Never mistake my silence for weakness.”

“Be careful provoking the darkness in me.”

Ada kalanya seseorang diam bukan karena tidak tahu.

Bukan pula karena terlalu lemah untuk melawan.

Mungkin ia hanya sedang mengamati.

Mengumpulkan potongan-potongan kecil yang belum membentuk sebuah kebenaran. Mengingat tanggal, memperhatikan perubahan kebiasaan, menyimpan percakapan yang terasa sedikit berbeda, lalu menunggu sampai semuanya menunjukkan arah yang sama.

Karena permainan paling berbahaya tidak selalu dimulai dengan pertengkaran.

Kadang-kadang, ia dimulai dari sebuah rumah yang masih terasa hangat.

Selama dua belas tahun, Laras Widyatama menjalani pernikahan yang tampak sempurna bersama Aditya.

Mereka membangun kehidupan dari bawah. Dari sebuah rumah sederhana, pekerjaan yang belum memiliki kepastian, hingga perusahaan yang perlahan berkembang dan membawa mereka pada kehidupan yang jauh lebih baik.

Laras selalu berada di belakang keberhasilan itu.

Ia terbiasa mengurus hal-hal yang tidak terlihat: angka, risiko, keputusan, dan berbagai persoalan yang membuat kehidupan mereka tetap berjalan. Sementara Aditya lebih sering berada di depan, menjadi sosok yang dikenal dan dipercaya banyak orang.

Mereka berbeda.

Namun selama bertahun-tahun, perbedaan itu tidak pernah terasa sebagai masalah.

Sampai sesuatu mulai berubah.

Tidak secara tiba-tiba.

Tidak dengan pertengkaran besar.

Hanya melalui hal-hal kecil yang awalnya mudah diabaikan.

Aditya mulai pulang lebih lambat. Ada kebiasaan baru yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Ponselnya semakin sering berada di dekatnya. Beberapa percakapan terasa berbeda. Dan kemudian muncul sebuah pesan yang hanya meninggalkan satu petunjuk sederhana:

S.

Laras tidak langsung menuduh.

Ia tidak ingin menjadi istri yang mencurigai suaminya hanya karena perubahan kecil. Ia masih percaya bahwa setiap perubahan pasti memiliki alasan.

Tetapi semakin ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri, semakin banyak hal yang tidak lagi terasa kebetulan.

Karena terkadang, kebenaran tidak datang dalam bentuk pengakuan.

Ia datang sebagai potongan-potongan kecil yang perlahan saling terhubung.

Dan nama itu akhirnya muncul.

Sera.

Seorang perempuan yang hadir dalam kehidupan Aditya melalui pekerjaan. Cerdas, profesional, dan sama sekali tidak terlihat seperti seseorang yang harus dicurigai.

Justru karena itulah semuanya menjadi semakin rumit.

Laras tidak sedang berhadapan dengan sosok yang mudah dibenci.

Ia sedang berhadapan dengan sesuatu yang jauh lebih sulit: keraguan terhadap orang yang selama dua belas tahun ia percaya sepenuhnya.

Sementara itu, Aditya mulai menemukan kenyamanan dalam percakapan dengan Sera.

Percakapan tentang pekerjaan berubah menjadi percakapan tentang kehidupan.

Perhatian profesional perlahan menjadi perhatian pribadi.

Dan batas yang seharusnya sederhana mulai kehilangan bentuknya.

Aditya tidak pernah benar-benar menceritakan kebohongan utuh. Ia hanya memilih bagian mana dari kebenaran yang ingin dibagikan.

Tentang Laras yang berhati-hati.

Tentang ambisinya.

Tentang kehidupan rumah tangga mereka.

Tentang perusahaan yang mereka bangun bersama.

Semuanya benar.

Tetapi kebenaran yang dipotong dapat menghasilkan cerita yang sama menyesatkannya dengan kebohongan.

Di sisi lain, Laras mulai memahami bahwa ada sesuatu yang lebih besar daripada sekadar perubahan perilaku suaminya.

Ada sesuatu tentang kepercayaan, kepemilikan, ambisi, dan kekuasaan yang perlahan ikut berubah dalam pernikahan mereka.

Dan semakin Laras memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi, semakin ia menyadari bahwa diam bukan berarti tidak melakukan apa-apa.

Kadang-kadang, diam adalah cara seseorang memberikan ruang kepada orang lain untuk menunjukkan siapa dirinya sebenarnya.

The Devil’s Heir adalah kisah tentang cinta yang pernah dibangun dengan tulus, sebuah pernikahan yang perlahan diuji oleh pengkhianatan, dan seorang perempuan yang harus mempertanyakan kembali segala sesuatu yang selama ini ia percaya.

Tentang bagaimana seseorang bisa begitu yakin bahwa ia memegang kendali—sampai akhirnya lupa bahwa orang yang paling diam di dalam ruangan mungkin justru orang yang paling banyak melihat.

Karena ketika sebuah kesetiaan dianggap sebagai kelemahan, seseorang mungkin akan terus menguji batasnya.

Sampai ia menemukan bahwa batas tersebut ternyata ada.

Dan ketika batas itu akhirnya dilewati—

tidak ada yang tahu apa yang menunggu di sisi lainnya.

THE DEVIL’S HEIR

Kesetiaanku terlalu indah hingga disalahartikan sebagai kelemahan.

COMING SOON

Zeffazetira Kilok


Eksplorasi konten lain dari Makeup Artist Jakarta

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Makeup Artist Jakarta

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca