Mengenal Beauty Makeup, Editorial Makeup, Editorial Beauty, dan Avant-Garde Makeup
Dalam industri tata rias, istilah beauty makeup, editorial makeup, editorial beauty, dan avant-garde makeup menunjukkan pendekatan serta tujuan yang berbeda. Perbedaannya tidak hanya terlihat dari warna atau tingkat ketebalan riasan, tetapi juga dari konsep, fungsi, media publikasi, dan pesan visual yang ingin disampaikan.
1. Pengertian Beauty Makeup
Beauty makeup adalah tata rias yang bertujuan memperindah, menyeimbangkan, dan menonjolkan karakter terbaik wajah tanpa menghilangkan identitas asli orang yang dirias. Fokus utamanya adalah menciptakan kulit yang terlihat sehat, proporsi wajah yang seimbang, serta tampilan mata, alis, pipi, dan bibir yang harmonis.
Beauty makeup tidak selalu berarti riasan tipis atau alami. Tampilan ini dapat dibuat dalam intensitas natural, soft glam, hingga full glam. Meskipun tingkat ketebalannya berbeda, hasil akhirnya tetap mengutamakan keindahan, kerapian, keseimbangan, dan kesesuaian dengan karakter wajah.
Dalam penerapannya, makeup artist harus mempertimbangkan jenis dan kondisi kulit, warna kulit, undertone, bentuk wajah, usia, pencahayaan, busana, serta kebutuhan acara. Teknik koreksi digunakan secara proporsional agar bagian yang memerlukan koreksi dapat disamarkan tanpa membuat wajah terlihat seperti orang lain.
Contoh beauty makeup antara lain:
- Natural makeup untuk kegiatan sehari-hari atau pemotretan profil.
- Soft glam untuk acara formal.
- Full glam untuk pesta dan panggung.
- Riasan kecantikan untuk iklan kosmetik.
- Riasan wajah untuk foto kecantikan jarak dekat.
Dengan demikian, ciri utama beauty makeup adalah wajah yang tetap terlihat indah, seimbang, bersih, dan dapat dikenali sebagai dirinya sendiri.
2. Pengertian Editorial Makeup
Editorial makeup adalah tata rias yang dibuat untuk menerjemahkan konsep, tema, cerita, atau pesan visual tertentu. Riasan ini umumnya digunakan dalam pemotretan majalah, kampanye mode, publikasi kreatif, katalog, proyek fotografi, dan produksi visual lainnya.
Berbeda dari beauty makeup yang mengutamakan keindahan wajah, editorial makeup lebih mengutamakan kesesuaian dengan konsep. Hasil riasan dapat terlihat cantik, minimalis, dramatis, aneh, tidak simetris, futuristis, atau bahkan sengaja dibuat tidak sempurna apabila hal tersebut mendukung cerita.
Dalam pengerjaannya, makeup artist tidak bekerja sendiri. Konsep biasanya dikembangkan bersama creative director, fotografer, penata busana, penata rambut, model, dan tim produksi. Warna, tekstur, bentuk, pencahayaan, busana, latar, sudut pengambilan gambar, dan proses penyuntingan harus membentuk satu kesatuan visual.
Contoh editorial makeup antara lain:
- Garis eyeliner grafis untuk pemotretan mode.
- Penggunaan warna yang mengikuti konsep busana.
- Riasan monokrom untuk membangun suasana tertentu.
- Penempatan blush yang tidak konvensional.
- Riasan dengan efek basah, metalik, kasar, atau transparan.
- Riasan yang terinspirasi oleh budaya, alam, arsitektur, atau suatu periode tertentu.
Editorial makeup tidak selalu rumit atau penuh warna. Riasan yang sangat sederhana juga dapat disebut editorial apabila dibuat berdasarkan konsep yang jelas dan menjadi bagian penting dari narasi visual.
3. Pengertian Editorial Beauty
Editorial beauty adalah tata rias kecantikan yang dikembangkan menggunakan pendekatan editorial. Fokusnya tetap berada pada keindahan wajah, kualitas kulit, mata, alis, pipi, dan bibir, tetapi tampilannya dibuat lebih konseptual, artistik, atau eksperimental dibandingkan beauty makeup pada umumnya.
Riasan ini sering digunakan untuk foto kecantikan jarak dekat, halaman kecantikan majalah, kampanye kosmetik, materi peluncuran produk, serta portofolio kreatif makeup artist. Karena wajah menjadi objek utama, setiap detail harus dikerjakan dengan sangat rapi. Tekstur kulit, pantulan cahaya, gradasi warna, bentuk bibir, susunan bulu mata, serta kebersihan garis makeup akan terlihat jelas melalui kamera.
Contoh editorial beauty antara lain:
- Kulit yang sangat berkilau dengan bibir tanpa warna.
- Eyeshadow grafis dengan complexion yang bersih.
- Bibir bertekstur metalik, mengilap, atau dua warna.
- Penggunaan blush dalam bentuk atau posisi yang tidak biasa.
- Riasan monokrom yang menghubungkan mata, pipi, dan bibir.
- Tampilan kecantikan dengan bulu mata artistik.
- Penggunaan warna kosmetik yang mengikuti konsep produk.
Perbedaan utama antara beauty makeup dan editorial beauty terletak pada cara penyajiannya. Beauty makeup biasanya diarahkan agar sesuai untuk dikenakan oleh klien, sedangkan editorial beauty diarahkan untuk menghasilkan gambar yang kuat, artistik, dan menarik ketika dilihat melalui kamera.
Meskipun lebih kreatif, editorial beauty tetap mempertahankan unsur kecantikan sebagai pusat perhatian. Wajah tidak sepenuhnya diubah menjadi bentuk abstrak karena kulit, mata, bibir, dan struktur wajah masih menjadi elemen utama dalam hasil akhir.
4. Pengertian Avant-Garde Makeup
Avant-garde makeup adalah tata rias eksperimental yang berusaha melampaui batas keindahan dan teknik makeup konvensional. Istilah avant-garde merujuk pada pendekatan yang berada di garis depan, inovatif, berani, dan tidak terikat pada aturan umum.
Tujuan utamanya bukan membuat wajah terlihat cantik dalam pengertian tradisional, melainkan menciptakan pernyataan artistik. Wajah dapat diperlakukan seperti kanvas, sedangkan warna, garis, bentuk, tekstur, bahan tambahan, dan susunan tiga dimensi digunakan sebagai media ekspresi.
Dalam avant-garde makeup, makeup artist dapat mengubah proporsi visual wajah, menutup alis, membuat bentuk yang tidak simetris, menggunakan warna yang bertabrakan, memperpanjang garis wajah, atau menambahkan material dekoratif. Hasilnya dapat terlihat abstrak, futuristis, teatrikal, ekstrem, atau surealistis.
Contoh avant-garde makeup antara lain:
- Bentuk geometris yang melintasi wajah.
- Alis dengan struktur tidak konvensional.
- Bulu mata berukuran sangat besar atau berbentuk abstrak.
- Penggunaan kristal, benang, foil, kain, bulu, atau elemen tiga dimensi.
- Warna wajah yang tidak menyerupai warna kulit manusia.
- Bentuk bibir atau mata yang diubah secara ekstrem.
- Riasan yang terinspirasi oleh patung, teknologi, arsitektur, atau makhluk imajinatif.
Walaupun memberikan kebebasan berekspresi, penggunaan material tambahan tetap harus memperhatikan keamanan. Bahan yang digunakan di sekitar kulit dan mata harus sesuai untuk kosmetik, tidak tajam, tidak beracun, dan tidak menimbulkan reaksi berbahaya.
Perbedaan Utama
Beauty makeup berfokus pada memperindah dan menyeimbangkan wajah. Riasan dibuat agar sesuai dengan karakter orang yang dirias serta kebutuhan acara.
Editorial makeup berfokus pada penyampaian konsep atau cerita. Hasilnya tidak harus selalu cantik dan dapat dibuat minimalis maupun eksperimental.
Editorial beauty menggabungkan unsur kecantikan dengan pendekatan editorial. Wajah tetap terlihat indah, tetapi penyajian warna, tekstur, atau bentuknya dibuat lebih artistik dan konseptual.
Avant-garde makeup berfokus pada eksperimen dan kebebasan artistik. Riasan tidak mengutamakan kelayakan untuk digunakan sehari-hari dan dapat mengubah wajah menjadi karya visual yang abstrak atau ekstrem.
Perlu dipahami bahwa kategori-kategori tersebut dapat saling berhubungan. Avant-garde makeup dapat digunakan dalam pemotretan editorial, tetapi tidak semua editorial makeup bersifat avant-garde. Demikian pula, beauty makeup dapat menjadi bagian dari produksi editorial, tetapi baru dapat disebut editorial beauty ketika kecantikan wajah dikembangkan melalui konsep visual yang lebih kuat.
Untuk memahami bagaimana setiap kategori tersebut dibentuk secara teknis, pembahasan selanjutnya akan menguraikan hubungan antara complexion, tingkat coverage, dan finish.
Memahami Complexion, Coverage, dan Finish dalam Beauty Makeup
Memahami Complexion, Coverage, dan Finish dalam Berbagai Kategori Makeup
Mengenal Complexion dalam Makeup
Complexion adalah keseluruhan tampilan dasar kulit setelah melalui proses persiapan dan pengaplikasian produk makeup. Tahap ini dapat melibatkan skin preparation, color corrector, foundation, concealer, dan powder, kemudian disempurnakan dengan contour, bronzer, blush, serta highlighter.
Tujuan complexion bukan sekadar menutup kulit. Complexion yang baik harus mampu meratakan warna kulit, menyamarkan bagian yang perlu dikoreksi, menjaga dimensi wajah, dan tetap menyesuaikan kondisi kulit serta kebutuhan tampilan.
Tingkat kemampuan produk dalam menyamarkan warna kulit yang tidak merata, kemerahan, noda, atau hiperpigmentasi disebut coverage.
1. Sheer Coverage
Sheer coverage adalah tingkat penutupan yang sangat tipis dan transparan. Warna serta tekstur alami kulit masih terlihat dengan jelas.
Jenis coverage ini cocok untuk:
- Kulit yang relatif merata.
- Tampilan makeup sangat alami.
- Pemotretan dengan konsep kulit autentik.
- Klien yang tidak nyaman menggunakan foundation tebal.
- Hasil makeup yang menyerupai kulit tanpa banyak koreksi.
Sheer coverage tidak ditujukan untuk menutup seluruh noda. Koreksi dapat dilakukan secara lokal menggunakan concealer pada bagian yang diperlukan.
2. Light Coverage
Light coverage memberikan penutupan ringan. Warna kulit menjadi lebih merata, tetapi karakter asli kulit, bintik alami, dan sebagian tekstur masih dapat terlihat.
Jenis ini sering digunakan untuk:
- Natural makeup.
- No-makeup makeup.
- Male grooming.
- Makeup sehari-hari.
- Pemotretan kecantikan dengan tampilan kulit segar.
3. Medium Coverage
Medium coverage memberikan penutupan sedang dan mampu menyamarkan sebagian besar warna kulit yang tidak merata, kemerahan ringan, serta noda kecil.
Hasilnya lebih rapi dibandingkan light coverage, tetapi masih dapat mempertahankan kesan kulit yang hidup apabila diaplikasikan secara tipis dan bertahap.
Jenis ini banyak digunakan untuk:
- Beauty makeup.
- Simple glam.
- Makeup acara.
- Pemotretan.
- Makeup pengantin modern.
- Klien yang membutuhkan koreksi tanpa menginginkan hasil terlalu berat.
4. Full Coverage
Full coverage adalah tingkat penutupan tinggi yang digunakan untuk menyamarkan perubahan warna kulit, hiperpigmentasi, bekas jerawat, kemerahan, atau kebutuhan visual tertentu.
Full coverage tidak selalu berarti foundation harus diaplikasikan sangat tebal. Hasil yang baik dibangun melalui koreksi warna, pengaplikasian lapisan tipis secara bertahap, dan penggunaan concealer hanya pada area yang memerlukan tambahan penutupan.
Jenis ini dapat digunakan untuk:
- Full glam.
- Bridal makeup.
- Makeup panggung.
- Pemotretan dengan kebutuhan kulit sangat rata.
- Produksi yang menggunakan pencahayaan kuat.
- Tampilan kreatif yang membutuhkan warna dasar kulit seragam.
5. Buildable Coverage
Buildable coverage adalah kemampuan produk untuk ditambahkan secara bertahap. Makeup artist dapat memulai dari lapisan tipis, kemudian meningkatkan penutupan hanya pada bagian tertentu.
Teknik ini membantu menghindari hasil yang terlalu berat, tebal, atau cakey. Wajah tidak harus memiliki tingkat coverage yang sama di setiap bagian. Area tengah wajah mungkin memerlukan penutupan lebih tinggi, sedangkan bagian luar wajah dapat dibiarkan lebih transparan.
Mengenal Finish dalam Makeup
Finish adalah tampilan permukaan kulit setelah seluruh produk diaplikasikan dan menyatu. Finish menjelaskan bagaimana kulit memantulkan cahaya serta memberikan kesan visual tertentu.
Tingkat coverage tidak menentukan finish. Full coverage dapat dibuat matte maupun dewy. Sebaliknya, light coverage juga dapat menghasilkan tampilan matte, satin, atau lembap.
1. Natural Finish
Natural finish adalah hasil akhir yang menyerupai kondisi alami kulit. Permukaan wajah tidak terlihat terlalu matte dan tidak terlalu berkilau.
Hasil ini cocok untuk makeup sehari-hari, natural makeup, male grooming, serta pemotretan yang mengutamakan karakter asli wajah.
2. Satin Finish
Satin finish berada di antara matte dan dewy. Kulit terlihat halus dengan pantulan cahaya yang lembut, tetapi tidak tampak basah atau berminyak.
Hasil ini sering digunakan untuk beauty makeup, bridal makeup, dan kebutuhan foto karena memberikan dimensi yang terkendali.
3. Matte Finish
Matte finish adalah hasil akhir dengan pantulan cahaya yang sangat sedikit. Kulit terlihat lebih halus, terkendali, dan tidak berminyak.
Hasil matte sesuai untuk:
- Kulit yang mudah berminyak.
- Makeup acara panjang.
- Pemotretan dengan pencahayaan kuat.
- Full glam.
- Makeup panggung.
- Konsep editorial tertentu.
Matte tidak berarti kulit harus terlihat kering. Skin preparation tetap diperlukan agar foundation tidak pecah, menumpuk, atau memperjelas tekstur.
4. Soft Matte atau Velvet Finish
Soft matte memberikan hasil matte yang lebih lembut. Kulit tetap terlihat halus dan terkendali, tetapi masih mempunyai sedikit dimensi alami.
Hasil ini sering dipilih untuk bridal makeup dan full glam karena terlihat rapi tanpa membuat wajah tampak datar.
5. Dewy Finish
Dewy finish adalah hasil akhir dengan pantulan cahaya yang terlihat segar, terutama pada tulang pipi, pelipis, dan bagian tinggi wajah.
Hasil dewy memberikan kesan kulit sehat, bercahaya, dan segar. Namun, kilau harus ditempatkan secara terkontrol agar tidak terlihat seperti minyak berlebih.
Dewy cocok untuk:
- Kulit normal hingga kering.
- Natural beauty.
- Editorial beauty.
- Pemotretan kecantikan.
- Konsep kulit segar dan bercahaya.
6. Luminous atau Glowy Finish
Luminous finish menghasilkan cahaya yang lebih menyebar dibandingkan dewy. Kilau dapat berasal dari primer bercahaya, foundation, produk krim, maupun highlighter.
Hasil ini memberikan kesan kulit sehat dan berdimensi. Penempatannya perlu disesuaikan dengan tekstur kulit karena produk yang terlalu reflektif dapat memperjelas pori-pori atau permukaan yang tidak rata.
7. Moist Finish
Istilah moist finish sering digunakan untuk menggambarkan kulit yang terlihat lembap, kenyal, segar, dan terhidrasi. Hasilnya tidak harus sangat mengilap seperti dewy.
Secara teknis, kata moist lebih menggambarkan kondisi atau kesan kelembapan kulit daripada jenis pantulan cahaya. Namun, dalam praktik makeup, istilah ini digunakan untuk menyebut hasil kulit yang tampak lentur dan tidak kering.
Moist finish tidak boleh terlihat berminyak. Kunci hasilnya terdapat pada skin preparation, penggunaan produk tipis, dan penguncian yang selektif.
8. Flawless Finish
Flawless finish adalah hasil makeup yang terlihat sangat rapi, merata, menyatu, dan hampir tanpa kesalahan visual. Warna foundation sesuai dengan kulit, tepi produk tidak terlihat, koreksi menyatu, dan dimensi wajah tetap seimbang.
Secara teknis, flawless bukan jenis pantulan permukaan seperti matte atau dewy, melainkan kualitas hasil pengerjaan. Karena itu, makeup dapat memiliki:
- Flawless matte finish.
- Flawless dewy finish.
- Flawless satin finish.
- Flawless full-coverage complexion.
Hasil flawless bukan berarti seluruh tekstur kulit harus dihilangkan. Kulit manusia tetap memiliki pori-pori, garis halus, dan tekstur alami.
Penerapan Complexion dan Finish pada Setiap Kategori Makeup
Complexion pada Beauty Makeup
Pilihan complexion dalam beauty makeup menyesuaikan kondisi kulit dan kebutuhan tampilan.
- Sheer atau light coverage digunakan untuk hasil sangat alami.
- Medium coverage digunakan untuk meratakan kulit sambil mempertahankan dimensi alami.
- Full coverage digunakan untuk full glam, acara formal, atau kebutuhan koreksi lebih tinggi.
- Buildable coverage digunakan agar penutupan dapat dikendalikan pada setiap area wajah.
Finish pada Beauty Makeup
Hasil akhirnya dapat berupa:
- Natural finish untuk tampilan sehari-hari.
- Satin finish untuk kecantikan klasik.
- Soft matte finish untuk acara formal.
- Matte finish untuk ketahanan dan pengendalian minyak.
- Dewy finish untuk kesan segar.
- Moist finish untuk kesan kulit lembap dan kenyal.
- Kualitas hasil flawless untuk makeup yang sangat rapi dan menyatu.
Complexion pada Editorial Makeup
Complexion editorial mengikuti konsep visual.
- Sheer coverage dapat digunakan untuk memperlihatkan tekstur asli kulit.
- Medium coverage dapat digunakan ketika warna kulit perlu diratakan tanpa kehilangan karakter.
- Full coverage dapat digunakan untuk menciptakan dasar yang seragam atau mengubah warna wajah.
- Complexion dapat dibuat hanya pada bagian tertentu.
- Tekstur kulit dapat sengaja diperlihatkan, ditutup, dibuat mengilap, atau diubah.
Dalam konsep tertentu, foundation bahkan dapat diganti dengan pigmen warna, cat kosmetik, produk metalik, atau tekstur lain yang aman untuk kulit.
Finish pada Editorial Makeup
Hasil akhirnya dapat berupa matte, dewy, glossy, metalik, basah, kering, bertekstur, transparan, atau kombinasi beberapa hasil dalam satu wajah.
Contohnya, bagian wajah dapat dibuat sangat matte, sedangkan kelopak mata atau bibir dibuat sangat mengilap. Perbedaan tekstur tersebut digunakan untuk memperkuat cerita visual.
Complexion pada Editorial Beauty
Complexion harus dikerjakan dengan ketelitian tinggi karena kamera jarak dekat akan memperlihatkan detail kulit.
Pilihan coverage dapat berupa:
- Sheer coverage untuk memperlihatkan kulit asli, freckles, dan tekstur alami.
- Light coverage untuk hasil kulit segar.
- Medium coverage untuk meratakan warna kulit tanpa terlihat berat.
- Full coverage untuk kampanye kosmetik yang membutuhkan permukaan sangat rata.
- Spot concealing untuk menutup bagian tertentu tanpa melapisi seluruh wajah.
Dalam editorial beauty, kualitas complexion lebih penting daripada ketebalannya. Foundation harus menyatu dengan kulit, warna wajah dan tubuh harus selaras, serta transisi di garis rambut, telinga, rahang, dan leher tidak boleh terlihat.
Finish pada Editorial Beauty
Hasil yang sering digunakan antara lain:
- Kualitas hasil flawless untuk kampanye foundation.
- Matte finish untuk menonjolkan warna dan struktur.
- Satin finish untuk tampilan kecantikan klasik.
- Dewy finish untuk konsep kulit segar.
- Moist finish untuk kampanye perawatan kulit.
- Glossy finish untuk efek editorial.
- Luminous finish untuk menampilkan pantulan cahaya.
Complexion pada Avant-Garde Makeup
Complexion dapat berfungsi sebagai latar bagi karya artistik.
- Full coverage dapat digunakan untuk menghilangkan warna alami kulit dan menciptakan kanvas seragam.
- Sheer coverage dapat dipilih jika tekstur kulit menjadi bagian dari konsep.
- Warna complexion dapat dibuat lebih pucat, lebih gelap, metalik, atau menggunakan warna nonkulit.
- Sebagian wajah dapat ditutup, sedangkan bagian lain dibiarkan alami.
- Dimensi wajah dapat diubah melalui cahaya, bayangan, warna, dan bentuk.
Dalam avant-garde makeup, koreksi wajah tidak harus mengikuti standar beauty. Contour dapat ditempatkan secara tidak konvensional, alis dapat ditutup, dan bentuk mata atau bibir dapat diubah secara ekstrem.
Finish pada Avant-Garde Makeup
Hasil akhirnya tidak terbatas pada matte atau dewy. Makeup artist dapat menggunakan:
- Ultra-matte finish.
- Glossy atau efek basah.
- Metalik.
- Berkilau.
- Bertekstur kasar.
- Transparan.
- Reflektif.
- Kombinasi matte dan glossy.
- Efek tiga dimensi.
Contohnya, wajah dapat dibuat matte sebagai dasar, kemudian ditambahkan garis glossy atau elemen metalik. Perbedaan hasil permukaan tersebut membantu menciptakan kedalaman dan daya tarik visual.
Perbedaan Keempat Kategori Makeup
| Kategori | Tujuan Utama | Pilihan Coverage | Pilihan Finish |
|---|---|---|---|
| Beauty makeup | Memperindah dan menyeimbangkan wajah | Sheer, light, medium, hingga full coverage | Natural, satin, soft matte, matte, dewy, moist, atau luminous |
| Editorial makeup | Menyampaikan konsep atau cerita visual | Menyesuaikan konsep; dapat sangat tipis hingga penuh | Bebas: matte, glossy, metalik, basah, kering, atau bertekstur |
| Editorial beauty | Menampilkan kecantikan secara artistik dan konseptual | Umumnya dikerjakan presisi dari sheer hingga full coverage | Satin, matte, dewy, moist, luminous, atau glossy |
| Avant-garde makeup | Menciptakan eksperimen dan pernyataan artistik | Bebas dan dapat mengubah warna maupun struktur visual wajah | Eksperimental, ekstrem, campuran, reflektif, atau tiga dimensi |
Seluruh pilihan finish tersebut dapat dikerjakan dengan kualitas hasil flawless apabila produk, teknik, dan pengaplikasiannya dilakukan secara tepat.
Hubungan antara Coverage, Finish, dan Kategori Makeup
Satu kategori makeup tidak hanya memiliki satu tingkat coverage atau satu jenis finish. Makeup artist harus memilih kombinasi berdasarkan kondisi kulit, konsep, kebutuhan klien, pencahayaan, kamera, dan durasi pemakaian.
Contoh kombinasinya:
- Natural beauty makeup: light coverage dengan moist finish.
- Soft glam: medium coverage dengan satin finish.
- Full glam: full coverage dengan hasil flawless soft-matte.
- Editorial beauty: sheer coverage dengan glossy finish.
- Kampanye foundation: full coverage dengan kualitas hasil flawless.
- Avant-garde makeup: full coverage dengan kombinasi matte dan metalik.
- Male grooming: light coverage dengan natural finish.
Karena itu, makeup artist tidak boleh langsung menentukan produk hanya berdasarkan nama tampilannya. Analisis terhadap kulit, wajah, konsep, pencahayaan, dan media publikasi harus dilakukan terlebih dahulu.
Penutup
Memahami beauty makeup, editorial makeup, editorial beauty, dan avant-garde makeup membantu makeup artist menentukan arah visual sebelum mulai bekerja. Pemahaman mengenai complexion, tingkat coverage, dan finish juga membuat setiap keputusan teknik menjadi lebih terarah.
Makeup yang baik bukan hanya terlihat menarik. Makeup harus mempunyai tujuan, konsep, struktur, pemilihan produk, dan hasil akhir yang sesuai. Dengan dasar tersebut, makeup artist dapat mengembangkan kemampuan dari riasan kecantikan untuk klien hingga karya kreatif untuk fotografi, mode, komersial, dan seni.

Tinggalkan Balasan