Lifestyle

Artikel yang membahas gaya hidup, fashion, perjalanan, tempat nongkrong, produktivitas, inspirasi, pengalaman, dan berbagai topik keseharian.

  • Kepingan yang Kembali Kususun

    Mungkin aku tidak pernah benar-benar kehilanganmu. Yang hilang adalah keyakinanku bahwa semua usaha akan selalu dihargai. Kini aku tidak lagi sibuk menunggumu kembali, melainkan belajar menyusun kepingan kepercayaan yang sempat ikut runtuh bersamamu.

    Read more →

  • Bagaimana Mungkin Mencintai Orang Baru Jika Hatimu Masih Terjebak di Masa Lalu?

    Yang paling menyakitkan bukanlah kehilangan seseorang, melainkan tidak pernah diberi kesempatan untuk memperjuangkan hubungan yang masih ingin dipertahankan. Sebab bagaimana mungkin aku mencintai orang baru dengan utuh, jika sebagian hatiku masih tertinggal pada seseorang yang memilih pergi tanpa memilih berjuang.

    Read more →

  • Menilik Sejarah Gyaru dan Ganguro Makeup: Ketika Complexion dan Warna Menjadi Bahasa Perlawanan

    Gyaru dan ganguro bukan sekadar tren makeup ekstrem. Complexion tan, mata berkontras terang, bibir pucat, dan rambut pirang menjadi bahasa perlawanan terhadap standar kecantikan Jepang yang mengagungkan kulit putih, rambut hitam, serta feminitas yang patuh. Wajah pun menjadi ruang kebebasan.

    Read more →

  • Menilik Kembali Sejarah Makeup Asia dari Era 1970-an hingga Awal 2000-an

    Menilik perubahan makeup Asia dari era 1970-an hingga awal 2000-an, mulai dari kecantikan klasik, riasan diva, gaya Y2K, hingga awal K-pop.

    Read more →

  • Sebulan Tanpamu: Waktu Bergerak, Aku Masih Tertinggal

    Cinta bukan hanya tentang rasa nyaman. Kadang ia datang dalam bentuk ekspektasi yang tidak terpenuhi, kesalahpahaman yang tidak sengaja tercipta, dan ego yang sama-sama sulit diturunkan. Masalah terbesar bukan karena cinta itu hilang. Masalah terbesar adalah terlalu banyak orang mengira bahwa cinta yang tepat seharusnya tidak pernah menyakitkan.

    Read more →

  • Dari Beauty hingga SFX: Perjalanan Karier Zeffazetira Kilok di Dunia Tata Rias

    Dari merintis karier secara independen hingga menangani beauty, film, video musik, dan kampanye brand, saya terus memperluas kemampuan ke dunia SFX. Perjalanan ini mengajarkan bahwa makeup bukan sekadar mempercantik, tetapi juga membangun karakter dan menghidupkan cerita.

    Read more →

  • Di Antara Menunggu dan Melepaskan

    Jika suatu saat kita bertemu lagi, waktu berbeda, suasana berbeda, adakah yang tidak berubah? Sampai saat ini, aku masih mencintaimu dengan cara yang sama. Bahkan masih tersimpan jejak dalam ingatanku akan wangi tubuhmu, dan aku takut ada yang berubah. Kau telah memutuskan untuk tidak mencintaiku sekuat dulu

    Read more →

  • Tangan yang Tak Lagi Kugenggam

    Ketika Aku Kembali Percaya Menjadi dewasa ternyata tidak membuat seseorang kebal terhadap kehilangan. Usia hanya mengajarkan kita cara menangis tanpa suara, menyimpan kecewa di antara pekerjaan, lalu menjawab “aku baik-baik saja” dengan wajah yang telah berlatih berbohong. Dahulu aku mengira semakin tua seseorang, semakin kuat pula hatinya. Rupanya tidak. Hati tetap dapat pecah pada usia…

    Read more →

  • Ketika Bottom Dijadikan Kambing Hitam

    Beberapa hari terakhir media sosial kembali dipenuhi narasi yang menyebut bottom sebagai “sumber penyakit”. Bahkan tidak sedikit yang beranggapan bahwa HIV identik dengan laki-laki homoseksual yang berperan sebagai bottom. Kalimat-kalimat seperti ini terdengar sederhana, tetapi justru menunjukkan satu persoalan besar: banyak orang berbicara tentang HIV tanpa pernah membaca literatur ilmiah. Fenomena tersebut sebenarnya bukan hal…

    Read more →

  • Detail yang Hilang

    Detail yang Hilang

    Kita terbiasa menilai seseorang dari apa yang terlihat, tetapi sering melupakan bagian yang tidak pernah masuk ke dalam cerita. Di balik pencapaian, senyum, dan ketegaran, ada detail-detail kecil berupa luka, pengorbanan, dan perjuangan yang luput dari perhatian. Melalui refleksi pribadi ini, saya mengajak pembaca melihat bahwa tidak semua orang yang tampak kuat benar-benar baik-baik saja.…

    Read more →